kiri
atas
kanan
     
 

Tajin Beras Organik
untuk Anak Autis

Bahan pakan organic sangat membantu bagi anak autis. Tradisi mengajarkan, air tajin membantu memperbaiki pencernaan mereka.
Autisme berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri. Pengidap autisme cenderung asyik dengan diri sendiri.

Gangguan perkembangan itu kerap terjadi pada anak-anak. Umumnya gejala autisme terdeteksi ketika anak berusia 2 tahun. Namun, jika orang tua cermat, sebelum anak berusia 2 tahun, gejala autisme dapat dideteksi. Bayi 10 minggu yang tidak pernah tersenyum dapat dijadikan penanda gejala autisme.

Acapkali, anak autis alergi susu formula yang mengandung zat kasein dan tidak dapat dicerna. Hal ini kerap membuat anak diare berkepanjangan. Selain itu, anak autis juga harus menghindari konsumsi makanan berbahan tepung terigu yang mengandung gluten. Acapkali tubuhnya tak dapat memproduksi enzim pencerna gluten.

Semua produk berbahan susu sapi dan tepung terigu dihindari. Pun zat pewarna dan penyedap masakan seperti monosodium glutamat (MSG). Anak autisme umumnya mengalami kelainan pencernaan. Populasi cendawan dan bakteri merugikan berlebih sehingga menimbulkan lubang pada usus. Akibatnya, asam amino yang berasal dari protein tidak bisa dipecah menjadi asam amino rantai panjang.

Asam amino rantai pendek itu pun tidak terbuang melalui feses melainkan masuk dalam peredaran darah. Ketika masuk ke otak, asam amino itu diubah menjadi bentuk yang memiliki efek sejenis opium. Protein yang berasal dari tepung gluten menjadi glidein, sedangkan dari susu kasein menjadi kasonofin. Imbasnya, anak sering mengalami stimulasi, menyukai kesendirian seakan berkhayal.

Anak yang autis berat, feses dan darahnya acapkali menunjukkan kandungan logam berat cukup tinggi. Hal inilah yang memicu autisme. Alhasil, ada baiknya para orang tua yang anaknya menderita autis beralih pada sayuran organik. Karena keracunan logam berat berarti harus makan makanan yang bebas zat kimia dan pestisida.

Tak jarang, ibu-ibu modern yang masih suka menerapkan tradisi juga memberi air tajin beras organik merah. Beragam sayuran organik seperti bayam, kangkung, wortel, dan sawi menjadi menu wajib. Buah yang disantap pun organik. Ketangguhan pola makan ini kelak akan memperoleh hasil yang baik. Paling tidak sistem pencernaan membaik. bs

Aneka Rupa
Manfaat Tajin

Banyak orang mengartikan tajin. Ada yang menyebut tajin adalah air bekas pencuci beras, ada pula air dari menanak nasi. Dalam khasanah ilmu tradisional, ada banyak manfaat dari air beras ini. Mau mencoba? Tak ada salahnya.

Pelembab Kulit
Bahan: 1 gelas air tajin, 2 sendok teh madu, 1 sendok makan kulit padi, 1 sendok makan minyak sayur.
Cara: campurkan semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Tunggu sampai semua bahan menjadi lembut, kemudian larutkan ke dalam air mandi yang hangat. Air beras mempunyai kandungan zat gizi tinggi seperti kalsium, vitamin A, D, dan E. Sementara kulit padi berguna untuk melembutkan dan memperbaiki kulit yang kasar. Untuk hasil maksimal tambahkan madu yang merupakan antiseptik alami mengandung pelembab yang berguna untuk kesehatan dan keindahan kulit.

Gemukkan Badan
Bahan: air tajin beras merah atau air tajin ketan.
Cara: masaklah beras ketan atau beras merah secukupnya (setengah gelas cukup). Ambil air tajinnya ketika hampir masak, minumlah air tajin dari beras merah atau dari beras ketan secara rutin 3 kali dalam seminggu.

Diare
Bahan: segenggam beras merah
Cara 1: buat seperti cara menggemukkan badan. Ambil airnya dan minum sampai diare mampet
Cara 2: segenggam beras merah disangrai sampai kuning, lalu digiling halus. Seduh dengan air panas sambil diaduk merata, sampai menjadi kuah kental. Ramuan yang disebut air tajin ini lalu ditambahkan sedikit garam. Setelah dingin siap untuk diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Haid Berlebihan
Bahan: 3 - 7 potong akar meniran kering, 1 gelas air tajin.
Cara: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

 
 

Djenar Maesa Ayu
Percaya Obat Cina

Wanita yang dkenal sebagai cerpenis dan bintang flm ini ternyata memiliki kepercayaan kuat kepada obat Cina. Semua adalah tradisi keluarga.

Wanita yang kini menjanda itu mengaku memiliki beberapa gangguan kesehatan ringan. Dengan sederet aktivitasnya, acapkali membuat staminanya merosot. Dan bila sudah sakit, ia mengatasinya dengan herbal Cina. “Seperti yang sudah lama berlaku di keluarga, saya menggunakan herbal Cina untuk menyembuhkan sakit," ujar putri sutradara kondang Sjumandjaja (alm.) dan bintang film Tuti Kirana ini.

Tradisi keluarganya sudah begitu kental. Alhasil, untuk kesehatan anak-anak seperti radang, flu, serta diare, herbal Cinalah yang ditujunya. Bahkan, mantan suaminya yang mengidap diabetes mellitus, sekarang mengandalkan herbal Cina untuk menjaga kadar gula darahnya

Diakui, dirinya sangat membatasi penggunaan obat kimia, terutama untuk kedua anaknya. "Saya cukup banyak membaca tentang obat tradisional, semacam herbal Cina. Bagi saya, kalau masih bisa ditangani dengan yang tradisional, kenapa harus minum obat kimia, efeknya juga tidak baik untuk tubuh apalagi anak-anak," kilahnya

Kini, ibu dari Banyu Bening dan Btrai Maharani ini mengaku sangat ketat dalam menjaga kesehatannya, terlebih dengan makin banyaknya aktivitas yang dijalani. Meski percaya herbal Cina, bukan berarti Djenar melalaikan pesan dokter untuk menjaga diri dengan mengonsumsi vitamin. “Teteplah, vitamin C dan B kompleks tak pernah saya lupakan,” urainya.

Djenar lahir di Jakarta pada 14 Januari 1973. Cerpen-cerpennya telah tersebar di berbagai media massa Indonesia. Buku pertama Djenar yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! telah dicetak ulang 8 kali dan masuk dalam nominasi 10 besar buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003, selain juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Cerpen Waktu Nayla menyabet predikat Cerpen Terbaik Kompas 2003, yang dibukukan bersama cerpen Asmoro dalam antologi cerpen pilihan Kompas. Sementara cerpen Menyusu Ayah menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh Richard Oh ke dalam bahasa Inggris dengan judul Suckling Father untuk dimuat kembali dalam Jurnal Perempuan versi bahasa Inggris, edisi kolaborasi karya terbaik Jurnal Perempuan.

Buku keduanya Jangan Main-main (dengan Kelaminmu) juga meraih sukses dan cetak ulang kedua hanya dua hari setelah buku itu diluncurkan pada bulan Februari 2005. Kumpulan cerpen ini berhasil masuk dalam lima besar dalam ajang penghargaan karya sastra Khatulistiwa Literary Award 2004. Sedangkan novel pertamanya Nayla juga masuk dalam nominasi Khatulistiwa Literary Award 2005 untuk karya prosa.

Untuk semua prestasinya itu, Djenar tak pernah puas. Kini, ia malah terlibat dalam penyutradaraan dan akting. Wanita yang kerap puasa Senin-Kamis ini mengaku hidupnya sangat dinamis meski kini menjadi single motherpurwanti

 

Menguak Tradisi Makan Air Tajin
Tradisi memberikan air tajin kepada bayi, kini meruak lagi. Bukan hanya lantaran harga susu formula sebagai penyeimbang ASI mahal, tetapi lantaran tradisi itu dinilai efektif bagi sebagian ibu modern.

Di sebuah blog pribadi, seorang ibu, sebut saja Nani, mengaku bisa memberikan air tajin kepada buah hatinya yang masih bayi. Nani adalah seorang karyawan swasta yang senantiasa memberikan ASI kepada bayinya. Awal masuk kerja, karena pekerjaan belum banyak, setiap makan siang, Nani pulang sambil membawa ASI pompaan.

Namun setelah 1 bulan dijalani, pekerjaannya mulai banyak sehingga ia tak punya waktu untuk pulang. Kalaupun pompa ASI sebelum berangkat kerja, Nani mengaku hanya sedikit ASI yang dipompanya. Padahal, si bayi butuh cukup banyak makanan utamanya itu.

Nani pun mencoba memperkenalkan susu formula pada bayinya dengan tetap memberikan ASI. Beberapa susu formula diberikan, tapi si bayi kerap mencret atau muntah-muntah. Ketika ditanyakan ke dokter, disebutkan si bayi ternyata alergi susu sapi. Pusing bukan kepalang ibu Nani. Dalam kecemasan, akhirnya ia meminta bantuan kepada ibunya yang senior. Ibunya yang wanita Jawa itu pun memberikan resep leluhur yakni memberi si bayi air tajin beras merah.

“Agar ada rasa, beri madu sedikit..., memang banyak kontroversial dalam dunia kedokteran untuk pemberian madu dan makanan pengganti ASI sebelum usia 6 bulan. Tapi mau gimana lagi... karena untuk saat ini saya tidak mungkin berhenti bekerja. Daripada anak saya kekurangan cairan dan asupan makanan. Jadi untuk saat ini bayi saya 5 bulan, tetap saya berikan ASI lalu diselingi air tajin beras merah campur madu.... alhamdulillah baik-baik aja.. dan sehat,” tutur Nani dalam pesan di blognya.

Berbeda dengan Nani, ibu-ibu Indonesia sekarang, terlebih ketika harga susu formula melambung beberapa minggu ini, sengaja menambah makanan bayinya dengan air tajin. Air tajin yang dipakai bukan air tajin dari beras merah seperti yang disarankan Nani. Tapi, air tajin dari beras biasa yang kita konsumsi sehari-hari.

Air tajin ini bukan dari air beras yang dibersihkan seperti dikira, tapi dari air menanak nasi. Pembuatannya cukup mudah, ketika kita masak nasi, pada saat air sudah mendidih (meletup-letup), ambil airnya saja, kira-kira 5 sendok saja. Pada saat kita mau memberikan makanan untuk si bayi, kita campurkan juga air tajin tersebut.

Seperti diketahui, bayi usia 4-6 bulan hanya makan susu, dalam hal ini ASI. Tapi, sayang, banyak juga ibu-ibu yang ASI-nya tak lancar sehingga perlu tambahan susu lain, biasanya susu formula. Dengan melambungnya harga susu, tak ayal banyak ibu kelimpungan dan beralih ke tradisi lama untuk membuat si bayi montok, yakni pemberian air tajin.

Bukan Penganti
Seorang ibu yang cukup mengikuti perkembangan bayinya, mengaku tradisi ini ternyata terbukti. Menurutnya, air tajin itu berguna untuk memberikan sari-sari beras bagi si bayi. Air tajin bermanfaat sekali, paling tidak untuk bayi atau anak yang tingkat minumnya tinggi dan cepat lapar. Tidak selalu harus yang kental, cukup air yang putih pada saat menanak nasi (ngaronin nasi).

Disebutkan, untuk bayi yang sudah mendapat makanan padat, sebaiknya pemberian air tajin cukup 1 kali saja pada malam hari. Biasanya, ibu yang satu ini memberi bayinya air tajin dengan perbandingan 1/4 botol air tajin dan 3/4 air panas biasa. Di kampung-kampung, seiring melambungnya harga susu, bayi yang asupan makanannya masih sebatas ASI saja, akhirnya mengikuti tradisi ini.

Mengenai ukuran pemberian, disesuaikan kemampuan bayi. Ada yang cukup memberikan 5-6 sendok makan saja sehari. Air tajin yang paling baik, menurut seorang ibu adalah dari beras yang belum dislip alias masih ada kulit arinya. Jadi vitamin yang bermanfaat masih banyak terkandung di beras tersebut. Air tajin hasil rebusan awal tidak harus kental. Dan, seperti disebut Nani, beras merah adalah beras penghasil air tajin yang terbaik.

Tapi dengan bijak, ibu yang satu ini menyatakan bahwa pemberian air tajin bisa dilakukan kapan saja, tapi susu masih lebih baik. Bayi sampai usia 4 bulan cukup diberi ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman apa pun juga. Kalau mau memberi air tajin atau tambahan-tambahan lainnya, sebaiknya setelah diperkenalkan dengan makanan padat (4 - 6 bulan).

Harus diakui, dulu air tajin banyak digunakan oleh ibu-ibu lantaran susu tambahan sangat susah didapat. “Air tajin mengenyangkan bayi saya, terlebih ketika ASI saya kurang lancar. Mau nambahkan susu formula, selain mahal juga takut bayi saya tidak cocok. Selama ASI saya lancar, bayi belum bisa diberi makanan tambahan, saya memberi air tajin 5-6 sendok tiap hari,” tutur Wiwik, seorang ibu muda.

Tak salah memang, tapi bagaimanapun susu terlebih ASI adalah yang terbaik bagi bayi. Tradisi ada baiknya diikuti, tapi tentu saja dengan pengetahuan yang mencukupi. Seperti yang disebut seorang dokter anak, Dr. Hardiono Pusponegoro. Menurutnya, air tajin isinya maltodextrin, sejenis karbohidrat. Ia menyarankan bayi mengonsumsi air tajin jika si bayi kurus.

Perlu diingat, air tajin itu hanya tambahan, diberikan tak mengapa asal makanan lain (terlebih ASI) tetap masuk. Kalau hanya air tajin tanpa yang lain, tentu saja keseimbangan gizinya akan terganggu.

Berbeda dengan Dokter Anton, seorang ahli gizi lulusan Australia ketika dihubungi posmo mengatakan, susu terlebih ASI bagi bayi usia 0- 6 bulan dikonsumsi bukan untuk sekadar menggemukkan badan, tetapi untuk memberikan kontribusi protein yang meskipun kecil tetapi berkualitas. Juga untuk menyumbangkan kalsium yang dapat menguatkan tulang dan mencegah osteoporosis (tulang rapuh).

Menurut dr. Anton, air tajin yang tak lain berasal dari pangan nabati mengandung protein dengan susunan asam amino tidak selengkap protein hewani (susu). “Jadi, jangan hanya melihat warna putihnya air tajin yang seperti susu, maka diasumsikan bahwa itu dapat menggantikan susu. “Susu adalah makanan terlengkap di dunia bagi bayi usia 0 - 4 bulan. Susu adalah makanan yang baik dengan mutu gizi tinggi. Namun, susu bukan magic food karena yang terbaik bagi kita setelah usia dua tahun adalah aneka ragam makanan yang dikonsumsi secara seimbang,” urainya.

Diuraikan, konsumsi susu sampai bayi berusia 6 bulan adalah sekitar 900 - 1.200 cc per hari. Setelah lebih dari 6 bulan kebutuhan susu semakin berkurang karena anak sudah mengenal makanan sehingga cukup diberikan 300 - 400 cc per hari. Semakin anak besar, kebutuhan susunya juga berkurang karena berbagai zat gizi dapat diambil dari makanan-makanan yang dikonsumsinya.

“Sekali lagi, saya tegaskan, bagi ibu-ibu yang bayinya di bawah 6 bulan, pun 2 tahun, ASI adalah yang terbaik. Selagi bisa memberikan, berikanlah secara maksimal. Kalau tidak bisa, dan harga susu mahal, mungkin bisa cari alternatif lain sebagai selingan seperti susu kedelai,” urainya

Memang, setelah usia 2 tahun, susu bukan lagi merupakan makanan wajib bagi seorang anak. Jadi, memang tak perlu ketakutan ketika harga susu melambung. Masih banyak penggantinya, seperti susu kedelai. Yang menarik adalah bahwa susu sebenarnya bukan produk kaya protein. Baik susu kedelai maupun susu sapi, kandungan proteinnya hanya sekitar 3%, bandingkan dengan telur yang mencapai 12% dan daging 18%. Bahkan beras yang kita konsumsi sehari-hari mengandung protein 7%. Karena itu, dari segi protein, susu bukanlah segala-galanya.

Sisi lain dari kandungan gizi susu adalah menyangkut kadar zat besi yang juga relatif kecil. Di negara maju seperti Amerika Serikat, ternyata dijumpai pula masalah anemia (kurang zat besi) pada anak-anak. Penyebabnya tak lain adalah konsumsi susu yang menurut takaran kita berlebihan, sehingga anak-anak tersebut mengurangi konsumsi makanan lain yang lebih kaya zat besi.

Untuk itu, perhatikan konsumsi susu anak kita. Jangan memaksa anak untuk mengonsumsi susu terlalu banyak, karena anak akan merasa kenyang mengingat kandungan airnya yang mencapai 90%. tommy ardyan

Cara Mudah Dapat Air Tajin
Bahan:
1 genggam beras
2 gelas air

Cara Membuat:
Cuci bersih beras sampai bersih, tiriskan
Tempatkan di panci bergagang, tambahkan air, dan rebus.
Aduk-aduk sesekali, sampai mengental.
Angkat, saring. Kalo terlalu kental dan agak susah, cukup pisahkan dengan nasinya
Dinginkan, dan sajikan segera.

Catatan:
Bisa dicampur dengan susu atau diminum langsung.

     
   

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Badan Bayi Lebih Kenceng

Mitos yang berkembang di kalangan ibu-ibu, pemberian air tajin kepada bayinya adalah agar si bayi montok dan badannya kenceng. Seorang ibu yang cukup modern juga mengakui hal itu. Imamah (46), warga Kemandoran VII, Grogol Utara, Jakarta Selatan juga membuktikan hal itu.

“Yang saya tahu manfaat air tajin untuk badan bayi. Kalau anak diberi minum air tajin dari umur 1 bulan sampai 1 tahun, saya akui badannya memang beda sama anak yang enggak dikasih air tajin. Lebih keras, lebih kenceng gitu,” tutur Imamah.

Selain untuk tubuh si bayi, Imamah juga mengetahui bahwa air tajin adalah obat mujarab untuk diare. “Sebanarnya yang saya tahu, kalau anak kita diare dan dokter menyarankan kita untuk memberikan air tajin adalah gunanya untuk mencegah dehidrasi, kekurangan cairan. Khasiat lain saya sendiri juga nggak tahu, tapi air tajin yang jelas berguna saat anak saya diare,” tuturnya.

“Waktu itu minum susu di-stop dulu karena diare, dan ternyata air tajin ini sanggup memampatkan diare anak saya. Hanya dengan 2 kali minum pagi dan siang saja. Saya memang nggak mau protes waktu orang tua atau mertua dulu menyarankan memberi air tajin. Padahal saya pernah denger dari temen bahwa air tajin nggak ada gizinya. Bener salahnya saya juga nggak tahu, yang jelas anak saya sembuh dari diare karena minum air tajin itu,” imbuhnya.

Memang benar yang dinyatakan Imamah. Bagi bayi yang hanya diasupi susu, belum ada makanan tambahan, tentu saja ketika diare tak boleh minum susu. Untuk mengisi perutnya, air tajinlah yang dulu dijadikan alternatif. Bagi anak yang sudah tak mengonsumsi ASI, air tajin juga berguna seperti oralit bagi yang menderita diare. tommyk ardyan

R Ay Angel Aprilia (Jeng Lia), Ahli Pengobatan Alternatif
Cocok untuk Vitalitas

Tak hanya untuk bayi, air tajin ternyata juga cocok untuk orang dewasa. Hal ini dibenarkan oleh Jeng Lia, ahli pengobatan dari Madura

Dalam kehidupan yang serba modern seperti sekarang, mungkin air tajin beras jarang dikonsumsi lagi oleh kebanyakan orang. Padahal, dulu yang namanya air tajin beras ini tak asing lagi bagi masyarakat luas, entah itu di Jawa, Madura, dan daerah lainnya. Konon, air tajin beras biasa dimanfaatkan dan diberikan kepada bayi sebagai pengganti susu.

Seperti diakui RAy. Angel Aprilia, air tajin beras yang difungsikan sebagai pengganti susu dan diberikan kepada bayi, kenyataannya jarang menimbulkan masalah. Banyak bayi yang tumbuh sehat meski diberikan air tajin beras tersebut. “Kenyataan itu membuktikan air tajin beras bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bayi. Di masa lalu jarang ada bayi bermasalah setelah mengonsumsi air tajin beras ini,” tutur wanita asal Madura yang biasa disapa Jeng Lia ini mengomentari khasiat air tajin beras.

Spiritualis dan ahli pengobatan alternatif yang sekarang tinggal di Solo ini menjelaskan, air tajin beras yang di dalamnya mungkin terdapat banyak kandungan zat-zat aktif, utamanya karbohidrat, memang bisa membantu menambah stamina bagi bayi yang mengonsumsinya. “Sesuai sifat beras yang banyak mengandung karbohidrat, mungkin saja dalam air tajin itu juga punya kandungan zat serupa yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbuh Jeng Lia.

Air tajin beras yang konon sering diposisikan sebagai pengganti susu sebenarnya tak langsung diberikan kepada bayi. Namun, setelah air rebusan beras mendidih dan agak kental itu diambil, biasanya akan ditambah dengan sedikit garam dan gula. Nah, dengan demikian komposisi itu laiknya minuman susu dengan rasa gurih dan agak manis.

Plus Merica Hitam
Selain sering dikenakan pada bayi, sebenarnya air tajin beras juga bisa dikonsumsi orang dewasa berkait khasiat yang dimilikinya. Di antaranya untuk menambah stamina dan vitalitas. Hanya saja, menurut Jeng Lia, untuk kepentingan tersebut air tajin beras jelas tak dikonsumsi secara langsung apa adanya.

“Untuk merasakan khasiat air tajin yang bisa dipergunakan untuk menjaga stamina atau meningkatkan vitalitas misalnya, tentunya harus diramu dengan racikan-racikan lainnya,” terangnya. Jeng Lia mencontohkan, untuk mendapatkan khasiat air tajin beras sebagai salah satu alternatif meningkatkan vitalitas antara lain bisa ditambahkan madu dan bubuk merica hitam. Untuk membuktikan khasiatnya bisa dicoba dengan mengonsumsinya secara teratur, minimal setengah gelas setiap hari.

Selain itu, air tajin beras ternyata bisa juga dijadikan jamu untuk mengobati berbagai penyakit. Hanya saja, untuk membuktikan khasiat air tajin beras sebagai alternatif pengobatan, biasanya dicampur dengan racikan lain. “Yang jelas, air tajin beras ini bisa dijadikan jamu untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Bisa berkhasiat apa tidak sebenarnya bergantung pada kita sendiri dalam memanfaatkannya,” tukas Jeng Lia. irul sb
 
       
         

   
   

   
Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved