Lafal Al-Jabbaaru! Mengandung kharisma yang luar biasa. Lafal ini terdapat pada 10 tempat dalam Alquran, dan juga sebagai sifat Allah. Ada tiga makna yang diberikan ahli hikmah dan tafsir, yaitu Tinggi Tidak Terjangkau, Maha Agung, dan Memperbaiki Dengan Paksa.
Dalam surat Al-Hasyr ayat 23 disebutkan: Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci, Allah dari apa yang mereka sekutukan.
Makna Tinggi Tidak Terjangkau sebagai sifat Allah, yang ketinggiannya tidak terjangkau oleh makhluk-Nya, atas lafal Al-Jabbar diberikan oleh ahli hikmah dan ilmu tafsir juga bahasa Arab, Ibnu Faris dan ar-Razi.
Al-Jabbar juga bermakna Maha Agung dalam kekuasaan. Makna ini diberikan oleh Ath-Thabarsi. Sifat ini tidak mungkin disandang oleh selain Allah SWT.
Ar-Raghib dalam kitabnya al-Mufradat memberi makna Al-Jabbar: Zat yang memperbaiki dengan paksa. Ungkapan ini dinukil dari perkataan Ali bin Abi Thalib: Ya Jabira kulli kasir (Wahai zat yang memperbaiki semua yang rusak).
Jelasnya, Allah menghimpun yang tercecer, mengurai yang kusut, menyatukan yang tercerai berai, memperbaiki yang rusak, dan merekatkan yang retak dari semua urusan makhluk, semua makhluk yang ada di langit dan yang di bumi.
Asma Allah Al-Jabbar yang bermakna “Yang Mahakuasa” (Yang memaksa hamba-hambah-Nya sesuai apa yang dikehendaki-Nya). Dalam babagan Ilmu Hikmah, asma ini memiliki khasiat yang luar biasa. Jika diwiridkan secara rutin sebanyak-banyaknya, maka akan menimbulkan kekuatan penakluk. Yang takluk bukan saja binatang buas dan manusia, makhluk halus pun takluk seperti kehilangan kekuatannya.
Bukan hanya itu, khasiat Al-Jabbaar, jika dibaca sebanyak mungkin, bisa membuat pewiridnya disegani kawan maupun lawan. Hingga tak sanggup bertatap muka dengannya, karena Allah azzah wajallah. Jika yang mewiridkan seorang penguasa, maka orang-orang di sekelilingnya menjadi segan.