kiri
atas
kanan
     
 

Pengalaman Si Dokter VCO
Blondo Klentik, Kadar Gula Turun
Tradisi nenek moyang ternyata memiliki kegunaan yang besar. Hal itu dibuktikan dokter yang getol meneliti pengobatan herbal ini. Lewat minyak klentik, minyak kelapa ia membuktikan ketangguhan VCO.

Dokter Zainal Gani adalah salah satu dokter yang tak takut pasiennya berkurang lantaran memberikan obat herbal. Justru dengan si minyak perawan VCO ini, pasien dokter Zainal Gani terus bertambah. Selama ini, memang dokter yang satu ini sangat getol dalam membela herbal.

Ia mencontohkan, ketika ia bertugas di RS Bersalin di Malang pada 1998-1999, 14.000 pasien beragam penyakit ditanganinya dengan herbal. Ada pasiennya yang rematik 6 tahun bisa sembuh dengan sambiloto, krokot, dan salam. Meski telah pensiun, dokter yang satu ini sangat semangat untuk mengharumkan nama herbal termasuk VCO.

VCO punya sejarah tersendiri bagi dokter alumnus Universitas Brawijaya Malang ini. Sejak usia 36 tahun ia mencari beragam obat untuk mengatasi diabetes melitus yang dideritanya. Kadar gula darahnya 312 mg/dl; ambang batas sekitar 205 mg/dl. Meski beragam obat-kimiawi dan herbal dikonsumsi, tapi kesembuhan yang diharapkan tak kunjung tiba.

“Saya menderita diabetes sudah pada tahap yang mustahil untuk disembuhkan. Yang lebih memprihatinkan saat itu adalah adik saya yang umurnya jauh di bawah saya meninggal dunia sebelum kakinya diamputasi,” terangnya. Diakuinya, penyakit diabetes itu terjadi lantaran mengonsumsi makanan yang salah kaprah.

“Terlebih kita suka gorengan. Bayangkan saja berapa minyak goreng dalam sehari yang masuk pada tubuh kita. Ini sangat membahayakan untuk jantung dan memunculkan masalah kolesterol,” urainya. Sebagai catatan, yang dimaksud minyak goreng oleh dokter Zainal Gani ini tentu saja minyak buatan pabrik yang bahan bakunya dari kelapa kopra atau sawit. 

Bangkit dari keprihatinan itu, Dokter Gani mulai mencari minyak goreng yang aman untuk dikonsumsi. “Kebetulan saya membaca buku Bruce Fife yang mengutarakan kelebihan minyak kelapa yang mempunyai lemak jenuh yang baik untuk tubuh,” ujarnya. Sejak itu ia mengganti minyak goreng dengan minyak kelapa atau klentik dalam bahasa Jawa.

Tradisi Jawa
Disebutkannya, sebenarnya VCO sendiri di Indonesia, khususnya Jawa, para orang tua sudah mengenalnya meskipun tidak dijelaskan secara ilmiah. Misalnya manfaat minyak kelapa (klentik) untuk orang hamil. Sekarang bisa dijelaskan bahwa kelapa mengandung asam lemak jenuh rantai sedang (medium chain fatty acids), disingkat MCFA. Yaitu asam laurat dan asam capric.

MCFA dalam minyak kelapa (klentik) berfungsi melindungi janin dari serangan virus dan mikroorganisme lain. Ini sangat bermanfaat untuk kehamilan muda. Sementara pada kehamilan tua, MCFA diubah menjadi energi yang sangat dibutuhkan saat melahirkan, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas air susu ibu. Tak heran, di Jawa khususnya, hingga kini masih banyak tradisi mengonsumsi minyak kelapa buatan sendiri bagi wanita hamil.

Beberapa tahun yang lalu, dokter yang satu ini juga biasa menyantap blondo-hasil sampingan minyak kelapa atau ampas minyak murni. Keesokan pagi dokter itu mengukur kadar gula. Hasilnya? "Langsung turun drastis. Dari 290 mg /100 ml menjadi 165 mg/100 ml," kata ayah 3 anak itu. Sejak saat itu ia mengganti diet dengan ubi jalar yang dijalaninya selama puluhan tahun diganti minyak kelapa murni.

“Alhasil, penyakit yang saya derita selama tiga bulan berangsur-angsur mereda meski belum total kesembuhannya. Dari pengalaman saya inilah saya beranggapan bahwa asumsi yang beredar di masyarakat itu salah dan nol besar. Pada kenyataannya minyak kelapa mempunyai kandungan lemak yang baik untuk tubuh,” urainya.
 
Dengan demikian, dokter yang satu ini mengakui tradisi kuno sebenarnya baik terlebih setelah dibuktikan secara ilmiah. Atas pengalamannya sendiri itu, Dokter Gani kini memproduksi VCO dengan merek yang sangat dikenal di Malang juga Jawa Timur. Produksinya sangat laris di pasaran. Ia juga tak segan memberikan nasihat yang berguna bagi kesehatan.

Saat ini kadar gulanya stabil pada kisaran 140-150 mg/100 ml. Meski demikian, untuk menjaga kesehatannya, ia tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohirat. “Saya mengonsumsi makanan yang digoreng memakai minyak kelapa murni ini. Menurut saya tak hanya untuk kesehatan, VCO juga sangat baik digunakan untuk kehalusan kulit. Hal itu terbukti ketika VCO diolah menjadi sabun untuk kulit. Anda akan merasakan kehalusan kulit yang sempurna,” imbuhnya. afifah

 
 

Rissa Susmex
Kulit Cantik & Sehat dengan Minyak Perawan

Si minyak perawan ini kini diburu oleh pengagum kecantikan. Selain mengandung berbagai macam khasiat, VCO ternyata mampu menjadi sebuah suplemen alternatif untuk perawatan tubuh dan kecantikan. Seperti yang dijalani Rissa Susmex.

Dalam perkembangannya, VCO telah lama digunakan dalam perawatan tubuh karena mempunyai tekstur krim alami yang hampir selalu bebas dari pestisida, bahan kimia, dan kontaminan lain. VCO telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai bahan sabun, shampo, krim, dan produk perawatan tubuh lainnya.

VCO mudah diserap serta memberikan tekstur yang lembut dan halus pada kulit dan rambut. VCO mampu memulihkan kulit yang kering, kasar, dan keriput. Banyak juga yang menggunakannya sebagai pembasuh bibir karena aman dan alami. VCO dapat digunakan dalam bentuk alami tanpa mencampurnya dengan bahan kimia dan bahan pengawet lain.

Hal lain adalah penggunaan lotion. Lotion yang ideal adalah lotion yang tak hanya melembutkan kulit, tetapi juga mampu melindungi kulit dari kerusakan, mempercepat penyembuhan luka, dan memberikan penampilan yang lebih muda dan sehat. Semua kegunaan itu terdapat pada VCO karena minyak jenuh ini mampu menghilangkan sel-sel kulit mati dan memperkuat jaringan kulit.

Selain itu, VCO membantu menjaga jaringan konektif agar tetap kuat dan longgar sehingga kulit tidak kendur dan keriput. Jaringan konektif terdiri atas serat-serat kuat yang membentuk matriks atau kerangka pendukung untuk semua jaringan tubuh.

Perbedaan VCO dengan krim dan lotion lain adalah produk krim dan lotion lain diproduksi hanya untuk pemulihan kulit. Bahkan tak jarang, penggunaan lotion yang tidak tepat justru akan mempercepat proses penuaan. Sedangkan VCO tidak hanya memulihkan kulit secara cepat, tetapi juga membantu dalam proses penyembuhan dan perbaikan kulit yang rusak.

Kenyataan inilah yang membuat Rissa Susmex mulai rajin mengonsumsi VCO. “Berdasarkan kandungannya dalam suplemen atau produk kecantikan yang ada, memang VCO sangat banyak manfaatnya. Bagiku, mengonsumsi suplemen VCO pertama yang jelas untuk perawatan kulit dari dalam, ya, paling nggak untuk mencegah proses penuaan lebih cepat. Terus lainnya adalah banyak sekali, yakni untuk kesehatan, untuk menjaga organ-organ tubuh yang penting seperti liver, jantung, dan lainnya,” ujar Rissa Susmex.

Disebutkan juga oleh Rissa, konsumsi makanan juga sangat berpengaruh bagi kecantikan kulit. Untuk itulah ia mongonsumsi VCO demi penyeimbang. “Memang benar kalau orang itu sudah sibuk, biasanya kandungan makanan keseharian yang dikonsumsi tidak terdeteksi apakah sudah memenuhi kebutuhan tubuh atau tidak. Nah, dengan mengonsumsi suplemen inilah paling tidak kekurangan-kekurangan nutrisi atau protein dalam tubuh kita ini setidaknya terbantu. Salah satunya mengapa saya mengonsumsi suplemen tersebut karena untuk menjaga kondisi tubuh dan kecantikan kulit,” urainya panjang lebar.

“Dan saya rasa suplemen itu sangat membantu. Namun kita juga harus cermat, setidaknya dalam pemilihan. Jangan asal,” jelas artis seksi kelahiran ibu kota ini. tommy


Geliat Mintak Perawan VCO
Khasiatnya Sama dengan ASI

Masih perlu banyak penelitian lagi soal si minyak perawan ini. Tapi, yang pasti nenek moyang kita sudah menguji khasiatnya. Kehebatannya yang mendekati khasiat air susu ibu ini.

Citra buruk minyak kelapa terhadap kesehatan sudah melekat terlebih di negara-negara maju. Ia dituduh sebagai biang kerok tingginya kolesterol darah,  sampai menambah lemak di dalam tubuh. Alhasil mereka menganjurkan untuk mengkonsumsi minyak kelapa sawit minyak sayur, atau minyak jagung.

Kenyataan membuktikan, Amerika Serikat dimana penduduknya banyak mengonsumsi minyak sayur, angka kejadian penyakit jantung cukup tinggi. Artinya, pendapat bahwa minyak sayur lebih aman dibanding minyak kelapa mulai dipertanyakan. Sementara itu riset yang dilakukan oleh dr Weston A Price seorang ahli gizi dari Amerika Serikat menunjukkan konsumsi minyak kelapa tidak serta merta mengakibatkan penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan di pulau Pukapuka, Selandia Baru menemukan bahwa kasus penyakit jantung disana sangat rendah, padahal sebagian besar penduduknya mengonsumsi minyak kelapa dalam jumlah yang sangat besar, sekitar 60% dari total kalori yang dikonsumsi

Dr. AH. Bambang Setiaji, M.Sc, ahli kimia dan dosen di F-MIPA Universitas Gajah Mada, Yogyakarta mengemukakan pandangan Prof. Jon Kabara, Guru Besar dan Farmakolog dari Michigan State University. Disebutkan, di Amerika, minyak kelapa dijadikan obat sakit jantung koroner serta berbagai penyakit degeneratif yang ada sekarang ini.

Menurut Bambang, di Amerika minyak kelapa ini dijadikan sebagai obat yang sangat mahal. Kemasannya berupa kapsul atau dibungkus gelatin seperti minyak ikan. Hal inilah yang membuat Bambang mulai melakukan penelitian minyak kelapa sejak tahun 1979 di laboratorium F-MIPA UGM.

Usaha Bambang dimulai lewat usaha untuk menciptakan minyak kelapa yang bening, tidak tengik dan tahan lama. Ia pun mencoba mencari cara yakni dengan tidak melakukan proses pemanasan dalam produksinya. Selain itu, proses pemanasan juga dapat mengakibatkan bau dan rasa tengik. Hal itu terjadi karena anti oksidan dan kandungan vitamin lain di dalam kelapanya hilang atau rusak akibat proses pemanasan.

Alhasil, kini usaha Bambang berguna. Di berbagai daerah, usaha sejenis juga dilakukan oleh peneliti sehingga memunculkan Virgin coconut oil (VCO) alias Minyak kelapa murni. VCO tidak mengandung kolesterol, namun kaya akan senyawa asam laurat. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa murni dapat menciptakan kenetralan terhadap kolesterol.

Berbeda dengan minyak goreng biasa, pengolahan secara fermentasi membuat kandungan vitamin E, asam laurat, serta enzim lain pada buah kelapa tetap utuh meski telah diolah menjadi minyak. Sifat dari asam lemak ini mirip dengan asam lemak pada air susu ibu yang mampu memberikan ketahanan tubuh dan berefek membunuh virus.

Hal ini juga dibenarkan oleh dr Zainal gani yang mengkaji klentik hingga membuat produk VCO yang kini dikenal luas (liat halaman 17). Di pasaran, VCO dalam botol kecil atau 100 ml, harganya mencapai Rp 25.000,00. Hingga saat ini, VCO yang banyak dijual di pasaran masih lebih banyak yang berupa cairan dalam kemasan botol dibandingkan yang berupa kapsul atau dibungkus gelatin transparan.

Beberapa penelitian ilmiah menemukan beragam manfaat VCO bagi kesehatan. Menurut standar internasional, VCO baru akan berkhasiat jika di dalam minyak kelapa murni ini terkandung asam laurat minimal sebanyak 25%.

Ampuh
Berdasarkan pengalaman pribadi, dokter Zainal mengutarakan bahwa VCO mampu menurunkan kadar gula darah. Selain itu menurut dokter Zainal, VCO juga bermanfaat mengurangi risiko kanker. Asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO dipercaya dapat bersifat sebagai anti karsinogenik yang mampu mencegah dan memerangi agen-agen karsinogenik pemicu timbulnya sel kanker.

Hasil penelitian dr Condrado Dayrit asal Filipina menunjukkan bahwa asam laurat dan asam kaprat yang terkandung di dalam VCO mampu membunuh virus HIV. Sebuah penelitian juga menyebutkan VCO adalah solusi yang paling tepat untuk mencegah gejala-gejala kelelahan kronis atau yang sering dikenal juga dengan chronic fatique syndrome (CFS) yang pada awalnya hanya dianggap sebagai penyakit biasa sekarang digolongkan menjadi penyakit yang tak bisa dianggap remeh.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa VCO cocok bagi mereka yang mengalami gangguan Liver. Beberapa hasil penelitian lain juga menunjukkan bahwa asam lemak, seperti asam lemak yang dikandung VCO dapat melindungi lever dari luka radikal bebas dan kematian jaringan yang disebabkan oleh alkohol. VCO tidak hanya mampu mencegah luka, tapi juga mampu meremajakan jaringan yang terluka.

Berbagai informasi tentang manfaat VCO tersebut memberikan harapan baru akan munculnya sebuah zat yang bisa bermanfaat untuk kesehatan manusia. Meskipun demikian sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti mekanisme yang mendasari berbagai manfaat VCO. Artinya, masih perlu dilakukan penelitian mendalam tentang manfaat VCO sebelum dipastikan bahwa senyawa ini memang bermanfaat bagi kesehatan. tommy

 ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Bibit Sugito, S K M, M Kes (Dinas Kesehatan Jatim)

Moyang Kita Sehat dengan Kelapa

VCO ini pada VCO pada dasarnya belum diadakan penelitian secara ilmiah hanya berdasarkan pengalam empiris dari seseorang saja yang bisa saja tidak berlaku bagi seseorang yang lain. Sebab sudah pasti kondisi seseorang itu berbeda-beda dan takarannya pun tentunya berbeda pula.

Untuk itu, dinas kesehatan tidak berani mengamini seratus persen kehebatan VCO. Alasannya, memang belum diadakan penelitian secara klinis. Tapi, saya pikir boleh-boleh saja mengkonsumsi VCO dengan syarat tahu takarannya dan mengetahui kondisi dirinya sendiri.

Tidak kalah pentingnya tahu takarannya kalau itu demi penyembuhan. Sebab sampai saat ini belum diketahui komsumsi VCO yang ideal bagi seseorang. Sebenernya minyak kelapa murni ini sudah lama dikosumsi oleh nenek moyang kita selama berabad-abad. Mereka juga terbukti lebih sehat, tak mengalami penyakit kolestrol, diabetes, atau penyakit-penyakit lain yang sekarang banyak diderita orang masa kini.

Buah kelapa sebenarnya mudah cara mengkosumsinya tidak harus dalam bentuk minyak. Benernya bisa juga dibuat masakan seperti santan namun mengolahanya harus diperhatikan. Pengolahannya santan akan hilang khasiatnya jika pemanasannya lebih lama. *Afifah


Dr.Hj Mangesturi Agil, MS.Apt, Ahli Farmasi Univ Airlangga
Tidak Termasuk Obat
 

VCO sebenarnya bukan obat namun sangat baik bila dikosumsi bagi orang-orang yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu seperti pada penyakit diabetes dan kolesterol. Disebut VCO karena ia dibuat dengan cara pendinginan bukan dengan cara pemanasan. Oleh sebab itu zat-zat yang terkandung pada minyak kelapa murni masih murni tak banyak hilang dengan proses pendinginan tersebut.

Proses pendinginan juga menjaga asam Lemak dan senyawa-senyawa yang ada didalamnya agar tidak rusak. Dari keaslian zat yang terkandung maka VCO dijuluki minyak perawan. Pada penelitian awal yang sudah dilakukan di laboratorium Universitas Airlangga Surabaya oleh tim peneliti termasuk saya, kami menemukan bahwasanya minyak kelapa murni ini tersusun atas asam-asam lemak jenuh dengan rantai sedang.
 
Kandungan rantai-rantai sedang ini relatif lebih aman dibandingkan dengan lemak-lemak yang berantai panjang. Karena rantai-rantai sedang ini mudah larut dengan air pada metabolisme tubuh menjadi sumber energi. VCO Juga mempunyai nilai kalori lebih rendah.

Oleh sebab itu masyarakat tak perlu takut akan kandungan lemak yang ada pada buah kelapa. Karena sudah dinyatakan aman dan baik bagi tubuh. Tak ada aturan untuk mengkosumsi VCO. Namun sejauh ini pengunaannya hanya sebatas minyak goreng saja. Bila mengkosumsi VCO diminum itu cara salah karena fungsi minyak kelapa ini untuk mengoreng makanan agar supaya aman untuk dikonsumsi.    

Perlu ditegaskan lagi bahwa VCO sifatnya tidak menyembuhkan namun baik dan aman untuk dikosumsi pada takaran-takaran tertentu. Bias diambil kesimpulan bahwasannya VCO itu sifatnya lebih pada pencegahan..Afifah

     
   

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Dari Klentik Menuju Minyak Perawan

Cara pembuatan minyak nabati ini sebenarnya sangat mudah. Secara tradisional, nenek moyang kita sudah mengenalkannya lewat minyak goreng buatan sendiri (traditional coconut oil) Kelapa tua segar adalah bahan baku terbaik dan ambil santannya. Perasan santan kental kemudian dimasak dengan suhu di bawah 60 derajat C sampai terbentuk lapisan blondo (endapan protein kelapa) pada bagian paling bawah, air dan lapisan minyak murni berwarna bening pada lapisan paling atas.

Hasil minyak tidak mempunyai rasa dan beraroma khas kelapa. Kini metode tradisional ini dipakai juga oleh produsen VCO tradisional, metode ini adalah metode pemanasan. Proses pembuatan VCO dengan pemanasan meliputi pembuatan santan dan pemisahan krim santan. Santan yang telah diperoleh didiamkan selama 2-3 jam sampai memisah antara krim santan dengan skimnya.

Skim santan bisa dibuang dan krim santan dipanaskan hingga terlihat adanya pemisahan antara blondo dengan minyak. Agar hasil minyak lebih bagus, saring minyak untuk memisahkannya dengan blondo. Minyak dipanaskan pada suhu 100-110 derajat C. Minyak didinginkan dan disaring dengan kertas saring.

Namun, sayang metode pemanasan ini kelak akan memunculkan masalah. Dalam jangka waktu tertentu, ia akan berbau tengik dan memunculkan kolesterol. Beberapa ahli pembuat VCO pun mencoba berbagai cara, salah satunya dengan pemanasan plus fermentasi. Biasanya, santan yang telah dipanaskan dengan suhu rendah (lebih kurang 60 derajat C) seterusnya dilakukan proses frementasi, didiamkan selama 3 - 5 jam untuk melakukan proses pendinginan. 

Selain cara itu ada juga yang menggunakan enzim dan tekanan mekanis atau sentrifugasi. Banyak jenis enzim yang digunakan seperti enzim dari nanas (ananase), getah pepaya (papain), atau asam cuka. Selain dengan menambahkan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan menambahkan starter khamir Saccharomyces cereviseae atau ragi roti. Fermentasikan dalam suhu 30 derajat C – 35 derajat C selama 12 jam.

Diamkan selama satu malam, keesokan paginya tinggal memisahkan blondo dengan minyak kelapa murni. Selain itu ada juga cara yang cepat sesuai teknologi  yang berkembang. Beberapa produsen biasa menggunakan frezer khusus cepat beku agar pemisahan air dan endapan kelapa parut lebih cepat.

Dalam waktu 30 menit, krim kaya minyak terlihat di bagian atas. Air yang telah terpisah dari ampas diputar dengan kecepatan 900 rpm (round per minute) pada mesin sentrifugal. Tiga lapisan terpisah satu sama lain terbentuk dari proses itu blondo, air, dan minyak. Sedangkan, tahap akhir, penyaringan menggunakan kain saring berukuran 1 mikron untuk menjaring partikel kecil yang dapat menjadi endapan.

Uji coba pembuatan VCO tanpa pemanasan terus bermunculan. Beberapa produsen ada yang menemukan cara lebih praktis dengan memakai minyak pancingan. Minyak pancingan ini adalah VCO yang dihasilkan di laboratorium. Minyak pancingan ini lantas dimasukkan ke santan. Setelah itu minyak kelapa murni akan terpisah dengan sendirinya dari ampas minyak dan air. Afifah

Rahasia Kemuning dalam Pengobatan Keraton

Serat salokapatra adalah serat yang ditujukan untuk menunjukkan fungsi dan makna flora, fauna, serta bangunan dalam keraton Jogjakarta. Kemuning ditanam dalam keraton dengan maksud diambil maknanya.

Hal ini sesuai dengan makna dari pohon kemuning yang pada dasarnya merupakan lambang kesucian hati sehingga selalu berpikiran jernih. Ron kemuning pinujar pan dadi sesarate kang wong, badhe manthen pesthi sami ngangge ron kemuning, pandhan temu giring, lan beras pinipis mangke karya lulur (Daun kemuning dikatakan sebagai syaratnya manusia, akan menikah pasti memakai. Daun kemuning, pandhan, temu giring, dan beras ditumbuk untuk dijadikan lulur).

Tak heran, kini produksi lulur ala keraton pasti menggunakan kemuning. Keutamaan kemuning jugalah yang menjadi dasar dipakainya dalam upacara pernikahan. Semuanya itu dalam upaya agar mendapat berkah dari kemuning kuningnya bercahaya. Mitosnya, belum memakai lulur sudah kuning dengan sendirinya karena ditambah berkahnya kemuning.

Dalam pernikahan juga, kemuning dipakai tarub dalam hajatannya dipadu dengan daun beringin dan janur kuning. Ini dimaksud agar pengantin selalu ingat untuk selalu berbuat baik. Di keraton Jogjakarta, kemuning ditanam di belakang sitinggil yang bermakna bahwa wanita tempatnya berada di belakang pria. Bukan bermaksud merendahkan, tetapi lebih untuk melindungi.

Dalam serat salokapatra disebutkan, Kemuning laras wanita. wanodya tuhu wewadi, datan tumut wanita tumameng ngarsa (Kemuning seperti wanita, di kerajaan wanita sebetulnya merupakan rahasia, wanita tidak ikut di depan). Begitulah kemuning, ia disimpan di belakang agar rahasianya tidak terumbar. Dalam perkembangannya, selain sebagai lulur, alhasil kemuning menempatkan dirinya sebagai bagian pengobatan tradisional. Di luar negeri malah kemuning sudah dibuat obat paten dengan nama Tongzhongling. Berikut beberapa racikan yang mengandalkan kemuning. purwanti

Pelancar Haid

Bahan: daun kemuning 3 gram atau 1/2 genggam, daun pacar kuku 3 gram atau 1/2 genggam, temu lawak 4 gram atau 1 jari, air tiga gelas
Cara: semua bahan dipotong-potong dan dicuci. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas. Minumlah selama tiga hari dan lihat hasilnya.

Keputihan
Bahan: Daun kemuning 1/2 gengam, daun pacar kuku 1/2 gengam, tapak liman 2 gram, temu kunci 2 gram, air 110 ml atau tiga gelas
Cara: semua bahan dicuci lantas direbus dengan air hingga tersisa kurang lebih 2 gelas. Diminum 1 kali sehari, diulang selama 7 hari

Melangsingkan Badan
Bahan: daun kemuning 1 genggam, daun pace 1 genggam, bangle/temu giring  1/2 jari kelingking, air secukupnya
Cara: semua bahan ditumbuk halus tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk rata. Peras dengan sepotong kain, air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan. Lama pengobatan dicoba selama 7 hari, untuk pemeliharaan diminum 2 kali seminggu dan tiap kali minum 1/4 cangkir

Infeksi Saluran Kecing
Bahan: daun kemuning segar sebanyak 35 gr dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih.
Cara: rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Bisul
Bahan: akar kemuning kering sebanyak 30 gram dicuci dan dipotong-potong seperlunya, 3 gelas air bersih.
Cara: rebus akar sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Memar
Bahan: kemuning dan daun kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak.
Cara: dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.
 

Kulit Kasar

Bahan: daun kemuning segar sebanyak 30 g, air bersih 1 gelas
Cara: daun ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

Sakit Gigi

Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.
     

 
 

 
Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved