Plas! Bunyi ilmu pengasihan ini dilepas dengan rapalan dan ubarampe yang disajikan oleh Nyi Putih Senggoro. Ibarat ia sudah banyak menjala kekuatan gaib, wanita ini ingin mendapatkan hasil yang nyata.
“Sejauh ini kita harus bisa meraih kemenangan. Terlihat jika banyaknya orang mendadar ilmu, ibarat mengasah benda tajam itu pun tak akan mampu bisa membuat orang terluka” kata Ki Kemis dalam hatinya itu masih terlihat sisa-sisa keberaniannya.
Namun saat wanita anggun ini melangkah dan mendekatinya, ada sesuatu yang aneh. Wanita siluman ini mencoba mengelus pundak dan dada pria ini hingga membuat Ki Kemis gemetaran tubuhnya. Namun daya penolak Kiai Sengguruh tetap njangkungi tuannya dari pengaruh hitamnya. “Aku tidak ingin menjadi budakmu, keparat! Wanita siluman busuk!” tutur Ki Kemis dengan napas yang hampir putus.
“Aku tak ingin kau perangkap! Enyalah kau wanita siluman. Jangan ganggu keluargaku jika tidak ingin berhadapan denganku,” tantangnya. Menjadikan wanita siluman ini mulai bangit dan terlihat sangat terhina.
“Kau manusia tak mau diuntung., Jika Kau benar-benar ingin menjadi pemburu kaum srigala, maka tunggulah pembalasan kami,” ancamnya. (bersambung)