kiri
atas
kanan

RM RADITYA TURANGGANA

Dendam Siluman Srigala (4)

Perang Aji Durgasmaragama

 

Joyo Kemis melihat sekelebat bayangan beberapa makhluk yang menyeramkan. Disusul puluhan srigala yang mengiringi di barisan makhluk gaib itu segera menyerangnya dengan ganas. Meski ia masih memegang tombak Kiai Sengguruh, namun entah mengapa nyalinya mendadak ciut. Jiwanya yang tatag mulai merapuh.

Tepat di belakang barisan itu, berdiri tegak sesosok wajah yang cantik, berkulit kuning langsat sangat menggiurkan. Rambutnya yang terurai menebarkan bau harum yang mengundang birahi. Matanya yang tajam menatap Ki Kemis dengan kekuatan daya penakluk melalui energi pengasihan dahsyat. Namun kekuatan ini setidaknya sudah dirasa oleh pria ini hingga ia buru-buru menghindar dari tatapan perangkap maut itu.   

“Kau akan merasakan bagaimana kekuatan Aji Durgasmaragama ini akan memberangus tubuh dan birahimu!” greneng siluman wanita srigala itu. Sambil melepaskan kekuatan energi hitam yang berupa santet cinta.

 

Plas! Bunyi ilmu pengasihan ini dilepas dengan rapalan dan ubarampe yang disajikan oleh Nyi Putih Senggoro. Ibarat ia sudah banyak menjala kekuatan gaib, wanita ini ingin mendapatkan hasil yang nyata.

“Sejauh ini kita harus bisa meraih kemenangan. Terlihat jika banyaknya orang mendadar ilmu, ibarat mengasah benda tajam itu pun tak akan mampu bisa membuat orang terluka” kata Ki Kemis dalam hatinya itu masih terlihat sisa-sisa keberaniannya.

Namun saat wanita anggun ini melangkah dan mendekatinya, ada sesuatu yang aneh. Wanita siluman ini mencoba mengelus pundak dan dada pria ini hingga membuat Ki Kemis gemetaran tubuhnya. Namun daya penolak Kiai Sengguruh tetap njangkungi tuannya dari pengaruh hitamnya. “Aku tidak ingin menjadi budakmu, keparat! Wanita siluman busuk!” tutur Ki Kemis dengan napas yang hampir putus.

“Aku tak ingin kau perangkap! Enyalah kau wanita siluman. Jangan ganggu keluargaku jika tidak ingin berhadapan denganku,” tantangnya. Menjadikan wanita siluman ini mulai bangit dan terlihat sangat terhina.

“Kau manusia tak mau diuntung., Jika Kau benar-benar ingin menjadi pemburu kaum srigala, maka tunggulah pembalasan kami,” ancamnya. (bersambung)

 
     
       


Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved