kiri
atas
kanan

Penampakan Hantu Pocong Ketintang

Hantu pocong itu menampakkan wujudnya. Sekelompok orang yang menyaksikan, memanfaatkan kesempatan langka itu untuk mengambil gambarnya. Akhirnya hantu itu terpampang samar di layar kamera dan menjadi tontonan khalayak.

DAHULU kawasan ini disebut wingit, karena berdiri bangunan hotel mangkrak (terbengkelai). Namun kini sudah berganti menjadi sebuah mal bertingkat berdiri megah di kawasan Ketintang, Surabaya. Dari pagi sampai malam pusat perbelanjaan itu tak pernah sepi dari pengunjung. Apa lagi jika hari Sabtu malam. Wah, saat itu bisa dilihat betapa jumlah pengunjung membludak. Apalagi melihat beragam barang dagangan dari kelas menengah sampai atas ditawarkan dan dipajang di etalase hingga menggundang daya tarik para pengunjung.

Namun di balik keramaian itu, siapa sangka jika lokasi tempat berdirinya mal tersebut dulunya merupakan tempat angker dan dihuni oleh hantu pocong? Tentunya semua orang pasti tidak percaya akan hal itu. Namun, kenyataannya memang begitu karena banyak orang sudah membuktikan penampakan pocong itu. Bahkan saat bangunan ini masih berupa hotel mangkrak, sering digunakan anggota Mapala dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya pun kabar hantu pocong itu sudah ada.

Kisah hantu pocong itu kian santer ketika mal itu sedang dibangun. Memang saat lokasi ini sudah dipagari, di sekitarnya sangat sepi. Dari pagi sampai sore, yang ada hanya para kuli bangunan. Ketika hari sudah beranjak sore, pekerja kasar itu pulang ke rumah masing-masing dan esok kembali kerja kembali, begitu seterusnya. Sedang yang menjaga wilayah situ, dipercayakan pada beberapa orang waker (penjaga malam) atau satpam.

Dari terawangan orang pinter, penghuni kawasan ini mengatakan jika rumah huniannya di alam halus diusik, pemilik gaib wilayah itu marah. Karena itulah hantu pocong yang berada di sana berani menampakkan wujudnya pada manusia. Sementara pembangunan sudah berjalan separo jadi, tinggal sedikit lagi kelar. Salah seorang penjaga melihat pocongan yang tiba-tiba muncul di lantai satu hingga membuatnya kaget. Namun dia tak bisa berbuat banyak, selain rasa takut teramat sangat yang tersirat di wajahnya.

 

Esoknya, para pekerja diberi tahu soal hantu pocong yang tiba-tiba nonggol oleh si satpam. Hanya saja cerita yang agak miring itu ditanggapi beragam oleh meraka. Ada yang percaya, tapi ada juga yang tidak. Toh pembangunan terus berlangsung. Malah ada dari sebagaian pekerja yang ngomong, munculnya hantu pocong itu mungkin berkait di awal pembangunan mal dulu tidak digelar selamatan terlebih dulu. Yang intinya mohon izin kalau akan melakukan pembangunan. Ada lagi yang menduga-duga jika makhluk halus penghuni kawasan itu marah, karena rumah yang selama ini ditempati, dirusak, untuk dibangunan mal.

Tapi keberagaman pendapat itu, sepertinya tak menyurutkan si pocong untuk terus muncul di sekitar bangunan kapan pun dirinya suka. Sementara si satpam masih dihantui rasa takut teramat sangat. Akhirnya dia punya ide untuk meyakinkan pada rekan-rekannya bahwa hantu pocong itu memang benar ada. Caranya, beberapa rekannya yang bekerja di salah satu radio swasta nasional di Surabaya, diajaknya untuk melihat. Si rekan disarankan untuk membawa camera. Siapa tahu, nanti si hantu pocong mau nonggol lagi.

Usaha si satpam ternyata tidak sia-sia. Setelah beberapa jam menunggu di lokasi bangunan dengan berharap-harap cemas, tiba-tiba makhluk yang ditunggu-tunggu mendadak muncul. Pertama si pocong berada di lantai satu. Kesempatan langka tersebut, langsung diabadikan lewat layar camera. Tak lama setelah itu, dengan jalan melompat-lompat seperti kelinci, makhluk tersebut pindah ke lantai tiga. Katanya, saat itu tubuh si pocong sempat manggut-manggut, seakan menyapa manusia yang ada di hadapannya.

Sejurus kemudian, si pocong menghilang di kegelapan malam. Entah karena faktor teknis, atau sebab lain. Sepeninggal hantu itu, orang-orang ini bergegas menghidupkan cameranya lagi. Gambar hantu yang tertera di layar kamera, ternyata tidak jelas. Tapi hanya samar-samar dan nyaris tidak kelihatan sosoknya secara untuh.

Menyikapi gambar yang tidak sempurna itu, sambil kelakar mereka berkata pendek, “Ya, mungkin pocongnya malu kalau wajahnya yang seram itu terlihat oleh manusia karena harus muncul di mal yang pengunjungnya rata-rata berdandan dan cantik-cantik,” katanya. edy whien 

   
 

 

Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved