kiri
atas
kanan
 

Tradisi Penyembuhan untuk Si Kecil

Di waktu kecil, ada tradisi memberikan boreh bawang merah dengan minyak jika anak demam. Itu hanyalah contoh kecil tradisi penyembuhan yang hingga kini masih kerap dilakukan. Masih banyak tradisi yang khasiatnya tak perlu diragukan. Bahannya mudah didapat, cara penggunaannya pun tak sulit. Coba saja

1. Perut kembung
Bahan: bawang merah dan minyak telon atau daun jarak dan minyak kelapa

Cara: parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian borehkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

2. Diare
bahan: 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar lantas dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh.

Cara: semua bahan direbus dengan api kecil. Jika sudah hangat minum airnya 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya diberikan boreh parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

3. Muntah-Muntah
bahan 1: 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas.

Cara: rebus semua bahan setelah dingin berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.

Bahan 2: 1 sendok makan beras, 1 ruas kencur, I ruas kunyit, ¼ sendok teh adas manis, gula merah secukupnya, garam sedikit, dan asam jawa.

Cara: Cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama kencur, kunyit, dan adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

4. Penurun Panas, Batuk, dan Pilek
bahan borehan: bawang merah dan minyak telon

Cara: parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun.

Bahan jamu 1: air kelapa satu cangkir, 1 sendok teh madu.

Cara: air kelapa ditambah 1 sendok teh madu dicampur, diaduk-aduk, lalu dikukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Bahan jamu 2: 1 ruas kunyit, telor kampung, dan madu. Jamu yang satu ini digunakan untuk anak yang agak besar.
Caranya: setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir. Peras kunyit itu kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

5. Sariawan
bahan : 1 buah tomat matang, air panas
cara : tomat diseduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.

6. Tak nafsu makan
bahan 1 : 1 lembar daun jarak, minyak kelapa.

Cara : Bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin. Kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.

Bahan 2: Anak usia lebih dari setahun bisa menggunakan ramuan penambah nafsu makan. Siapkan 1 ruas temulawak, gula merah, garam sedikit, air cecukupnya.

Cara: rebus semua bahan lantas disaring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari

selasih
 

Lucky Resha
PIL PELANGSING BIKIN SESAK NAFAS

Wanita yang satu ini masih sangat seksi meski sudah melahirkan tiga orang anak. Ia punya resep sederhana agar tubuhnya tidak melar, cukup teh herbal dan teh hijau.

Setiap kali melahirkan, diakui wanita bersuara seksi ini, tubuhnya melar. “Setelah melahirkan yang pertama dan kedua, saya mengalami kelebihan berat badan. Saya berusaha agar berat badan kembali normal dengan cara diet. Namun tak berhasil,” terangnya.

Di sebuah media, Lucky pernah mengaku akhirnya putus asa dengan berat badannya. Ia pun tertarik mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi kelebihan berat badan. “Ada obat penahan lapar, ada juga obat untuk merangsang buang air besar. Bahkan ada yang disuntikkan ke badan. Tapi dampaknya membuat napas saya sesak,” urainya sedih.

Kenyataan itu membuatnya berpaling. “Saya tinggalkan kebiasaan itu karena khawatir dampaknya akan lebih besar lagi,” tuturnya. Kini, untuk menjaga berat badannya, ia melakukan pola diet dengan mengurangi makan-makanan yang mengandung karbohidrat.

“Karbohidrat cukup sekali, pagi makan roti. Selebihnya, memperbanyak protein. Juga obat alami untuk membantu, seperti teh hijau atau herbal. Jamu saya memang tidak pernah minum karena tidak suka dengan rasanya,” ujarnya terkekeh.

Keluarga Bahagia
Kini, istri dari Arwan Ahimsa ini menjadi ibu dari lima orang anak. Tiga anak dilahirkan oleh Lucky, sedang dua anak dari pernikahan pertama Arwan. Untuk pengasuhan anak, penyanyi yang terkenal dengan lagu Ini Rindu bersama Farid Harja mengaku tak membeda-bedakan. “Semua saya sayangi, tanpa perbedaan,” tuturnya.

Anak bungsunya lahir beberapa bulan lalu berjenis kelamin perempuan. Kehadiran anak perempuan ini, diakui Lucky Resha, benar-benar menjadi kebahagian tersendiri. Untuk itulah ia kini lebih fokus terhadap keluarga.

Diakui setelah kehadiran anak ketiganya ini, perempuan berdarah Sunda itu mengaku sudah cukup dengan memiliki tiga anak yang dilahirkannya. Kini Resha pun memilih konsentrasi untuk membesarkan kelima anaknya. "Umur saya sudah kepala empat. Jadi agak khawatir juga kalau melahirkan," katanya. tommy


Jurus Aman Kendalikan Ngik Ngik

Pengobatan asma untuk orang dewasa ditujukan khusus untuk mengendalikan gangguannya, bukan untuk penyembuhan. Alhasil, banyak penderita kecewa mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan medis.

Ngik, ngik, ngik. Begitulah suara yang kerap terdengar dari penderita asma jika mengalami serangan sesak napas. Orang Jawa biasa menyebutnya mengi. Selain mengganggu aktivitas, asma juga tidak dapat disembuhkan, bahkan dapat menimbulkan kematian. Namun penyakit ini bisa dikendalikan, gejalanya pun tidak sering muncul.

Asma adalah penyakit peradangan saluran napas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran napas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak napas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi.

Sesak napas terjadi karena udara pada waktu bernapas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran napas yang sempit. Hal itu pula yang menyebabkan timbulnya bunyi. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran dahak yang diproduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respons untuk mengeluarkan dahak tersebut.

Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran napasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada keturunannya.

Selain faktor keturunan, faktor-faktor penyebab dan pemicu asma antara lain debu rumah, bulu binatang, asap rokok, asap obat nyamuk, dan lain-lain. Beberapa makanan penyebab alergi makanan seperti susu sapi, ikan laut, buah-buahan, kacang juga dianggap berperanan penyebab asma.

Polusi lingkungan berupa peningkatan penetrasi ozon, sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksid (NOX), partikel buangan diesel, partikel asal polusi (PM10) dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor. Makanan produk industri dengan pewarna buatan (misalnya tartazine), pengawet (metabisulfit), dan vetsin (monosodium glutamat-MSG) juga bisa memicu asma. Kondisi lain yang dapat memicu timbulnya asma adalah aktivitas, penyakit infeksi, emosi, atau stres.

Gejala asma memang tidak tampak ketika dalam kondisi sehat. Sehingga saat terserang, penderita asma dapat kelihatan tampak menderita (banyak batuk, sesak nafas hebat, dan bahkan sampai tercekik). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lain, yakni keluhan sesak pada asma adalah reversibel, atau bisa baik kembali di luar serangan.

Asma bisa muncul kapan saja, tak selalu malam atau pagi hari seperti yang selama ini banyak diyakini. Yang harus diperhatikan adalah gejala penyakit lain yang mirip gejala asma. Harus dibedakan, soalnya banyak sekali penyakit lain yang gejalanya mirip asma. Contohnya penyakit bronkhitis dan sinusitis.

Pengobatan Medis
Kalau dipilah-pilah, yang disebut asma hanya sebagian dari penyakit-penyakit yang bermanifestasi dengan sesak napas. Derajat asma diukur dari derajat sesak napas dan frekuensi kekambuhannya. Jadi, ada asma yang ringan, yang gejalanya hanya muncul sesekali. Namun ada asma yang munculnya lebih sering, seminggu dua kali misalnya.

Ada dua pengobatan asma, yakni pengobatan saat serangan dan pengobatan pencegahan (maintenance). Tetapi yang lebih penting adalah harus sigap dan bisa mengenali allergen (faktor pencetus) terjadinya asma. Sebab jika hanya diobati, tetapi tidak menghindari faktor allergen, maka gangguan-gangguannya akan kerap muncul.

Pengobatan asma secara cepat atau untuk jangka pendek umumnya menggunakan obat pelega saluran pernapasan seperti inhaler dan nebulizer. Sedangkan pengobatan jangka panjang yang berfungsi mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid. Steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernapasan terbuka dan mengurangi pembengkakan. Yang terakhir dimasukkan jenis obat bronkodilator.

Sedangkan obat antialergi kebanyakan dalam jenis obat yang diminum. Ampuh memang, tetapi memiliki efek samping sehingga harus hati-hati dalam pemakaiannya. Sebab obat oral bisa berefek ke lambung, hati, dan sebagainya. Disarankan, penderita asma selalu membawa obat hirup semacam inhaler dan nebulizer untuk pengobatan saat serangan. tommy ardyan

     
       

   

Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved