kiri
atas
kanan

RM RADITYA TURANGGANA

Dendam Siluman Srigala (1)

Tumbal Perempuan Haus Darah

 

Joyo Kemis hanya bisa memandang sepasang insan yang sedang rajuk-merajuk memasuki pondok yang dibuatnya. Padahal ia tahu, betapa bahayanya membuat rompok bambu itu. Risikonya sangat besar. Penjaga ladang akan marah besar melihat ada orang yang berani memasuki lahannya sehingga harus diberi pelajaran.

PRIA petani bekas gembong rampok ini meloncat ke balik semak belukar di sebelah kirinya. Jantungnya berdegub keras. Lebih-lebih setelah diketahui, dua insan itu adalah Lurah Kurnan yang terkenal galak. Satu laki seorang wanita cantik, setengah baya dengan pakaian hijau pupus dan berkebaya parang kesuma. Rambut dibiarkan terurai menutupi dadanya yang sedikit terbuka. Maka siapa pun, akan terhipnotis melihat matanya yang tajam memancarkan gairah seks yang menyala. Sebagai laki-laki normal, Kemis juga terpana dengan kecantikan wanita misterius ini. Namun, ketakutannya pada lurah membuat ia tak berani beranjak dari persembunyiannya.

Segera terpikir dua pelanggaran berat yang dilakukannya. Pertama, dia mencari hidup di tengah hutan tanpa izin. Kedua, mendirikan pondok bambu. Siapa pun yang sengaja menebang bambu akan mendapat hukuman amat berat. Bambu-bambu ini telah ditebas (dikontrak) untuk pabrik kertas Bima Sakti yang dikelola investor Belanda. Mengingat itulah, Kemis tak berani berkutik. Padahal jelas dua orang itu memasuki pondoknya. Lurah Kurnan memondong tubuh wanita yang agaknya bukan orang baik-baik itu. Lalu terdengarlah tawa-tawa renyah mengundang birahi, dua manusia berlainan jenis ini bermesraan di dalam rompok itu.

“Ayolah sayang, aku ingin segera tahu seberapa kejantananmu. Tak usalah kau pikirkan siapa yang membuat pondok bambu ini. Pasti ia akan ketakutan melihat tampangmu, sayang,” rajuk suara wanita itu. Membuat Kemis terbeliak. Semua kata-katanya menjurus ke hal-hal mesum. Padahal Mbah Sukerto telah berpesan jangan sampai gubug yang dibuatnya dipakai untuk perbuatan zinah. Ini akan berakibat buruk pada ilmu yang ia berikan. Tokoh dukun pinilih ini mulanya memang telah memberinya ilmu pengebal hutan dan tolak bala pada gangguan dedemit. Hanya pantangannya, setelah Kemis di hutan, maka segala tempat yang didirikan harus bebas dari perbuatan mesum. Kalau dilanggar, ilmu itu akan punah. “Jika sampai terjadi perzinahan di dalam pondokmu, meskipun dilakukan oleh anjing hutan, engkau selamanya tak akan kenyang memberi nafkah bagi anak istrimu. Camkanlah itu, anakku!” kata orang tua itu.

 

Melihat gelagat ini, maka timbul perasaan nekat pada diri Kemis. Wejangan Mbah Sukerto menjadi pemicunya. Maka segera dihunusnya sikepnya yang berupa pedang pendek. Sambil berteriak lantang mengutuk perbuatan Ki Lurah. Namun baru beberapa langkah, Kemis telah dikejutkan oleh serbuan serigala yang garang. Binatang itu mengendus-endus dengan hebat. Menerjang dengan dahsyat. Beruntung saja laki-laki petani itu sigap. Ia dengan tangkas mengelap serbuan babi aneh ini. Dan sebuah kesempatan, pedang pendeknya dengan tepat melukai perut srigala itu. Darah, muncat dari luka menganga di tubuh hewan liar ini. Sungguh pun demikian, anjing liar ini bersiap untuk menyerang lagi. Kali ini lebih ganas.

Kemis yang mahir olah kanuragan tak mau kalah dengan terjangan hewan itu. Serangan itu nampak percuma. Karena srigala punya kelemahan dalam menyerang. Namun Kemis lebih tangkas, maka sebuah tikaman penghabisan telah menancap deras di lambung hingga tembus jantung srigala ini. Terdengar lolongan yang aneh. Disusul dengan kelojotan-kelojotan singkat. Akhirnya binatang itu tak bergerak lagi. Mati dengan lambung jebol.

Baru saja terlepas dari bahaya, Ki Kemis telah dikejutkan dengan peristiwa yang lebih menyeramkan. Dari dalam pondok itu wanita berlari menuju bangkai srigala itu. Laki-laki itu terbelalak hebat ketika wanita itu menyeringai, keluar gigi dan taringnya. Dengan lahap ia menyucup darah yang keluar dari lambung bangkai itu. “Hiii…hii..hikkk sungguh lezat darah ini. Mungkin juga akan lebih lezat dengan darahmu, wahai anak muda. Ayolah kemarilah… kau akan jadi santapanku…hii..hi.hii,! Kata suara wanita itu menyeramkan. Sebuah pemandangan yang luar biasa telah terjadi. Anjing galak yang dihisap darahnya, ternyata telah berubah wujud menjadi sosok manusia yang tak lain adalah Lurah Kurnan. Joyo Kemis baru sadar apa yang terjadi. Bahwa wanita itu adalah jelmaan siluman srigala Alas Tegal Ombo yang terkenal ganas. (bersambung)

 
     


Copyrights © 2007, Tabloid Posmo, All Rights Reserved