Joyo Kemis hanya bisa memandang sepasang insan yang sedang rajuk-merajuk memasuki pondok yang dibuatnya. Padahal ia tahu, betapa bahayanya membuat rompok bambu itu. Risikonya sangat besar. Penjaga ladang akan marah besar melihat ada orang yang berani memasuki lahannya sehingga harus diberi pelajaran.
PRIA petani bekas gembong rampok ini meloncat ke balik semak belukar di sebelah kirinya. Jantungnya berdegub keras. Lebih-lebih setelah diketahui, dua insan itu adalah Lurah Kurnan yang terkenal galak. Satu laki seorang wanita cantik, setengah baya dengan pakaian hijau pupus dan berkebaya parang kesuma. Rambut dibiarkan terurai menutupi dadanya yang sedikit terbuka. Maka siapa pun, akan terhipnotis melihat matanya yang tajam memancarkan gairah seks yang menyala. Sebagai laki-laki normal, Kemis juga terpana dengan kecantikan wanita misterius ini. Namun, ketakutannya pada lurah membuat ia tak berani beranjak dari persembunyiannya.
Segera terpikir dua pelanggaran berat yang dilakukannya. Pertama, dia mencari hidup di tengah hutan tanpa izin. Kedua, mendirikan pondok bambu. Siapa pun yang sengaja menebang bambu akan mendapat hukuman amat berat. Bambu-bambu ini telah ditebas (dikontrak) untuk pabrik kertas Bima Sakti yang dikelola investor Belanda. Mengingat itulah, Kemis tak berani berkutik. Padahal jelas dua orang itu memasuki pondoknya. Lurah Kurnan memondong tubuh wanita yang agaknya bukan orang baik-baik itu. Lalu terdengarlah tawa-tawa renyah mengundang birahi, dua manusia berlainan jenis ini bermesraan di dalam rompok itu.
“Ayolah sayang, aku ingin segera tahu seberapa kejantananmu. Tak usalah kau pikirkan siapa yang membuat pondok bambu ini. Pasti ia akan ketakutan melihat tampangmu, sayang,” rajuk suara wanita itu. Membuat Kemis terbeliak. Semua kata-katanya menjurus ke hal-hal mesum. Padahal Mbah Sukerto telah berpesan jangan sampai gubug yang dibuatnya dipakai untuk perbuatan zinah. Ini akan berakibat buruk pada ilmu yang ia berikan. Tokoh dukun pinilih ini mulanya memang telah memberinya ilmu pengebal hutan dan tolak bala pada gangguan dedemit. Hanya pantangannya, setelah Kemis di hutan, maka segala tempat yang didirikan harus bebas dari perbuatan mesum. Kalau dilanggar, ilmu itu akan punah. “Jika sampai terjadi perzinahan di dalam pondokmu, meskipun dilakukan oleh anjing hutan, engkau selamanya tak akan kenyang memberi nafkah bagi anak istrimu. Camkanlah itu, anakku!” kata orang tua itu.